Pandji Datang, Teman-teman Senang

Tak ada kata terlambat untuk berbuat baik.🙂

Bila menulis di blog ini adalah salah satu jalan berbuat baik, maka izinkan kami menulis beberapa cerita Workshop Gratis “Jadi Apapun yang Baik” yang terlambat hadir di folder Catatan.😀

Mulai dari cerita tentang kebahagiaan teman-teman di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin pada hari Minggu, 1 April 2012.

Adalah Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo atau biasa dikenal dengan Pandji, seorang broadcaster yang juga seorang rapper, yang menghadirkan kehangatan ditengah-tengah mereka. Hampir 2 jam Pandji berbagi pengalaman selama menjadi seorang penyiar radio ataupun host di televisi kepada teman-teman di PSBN Cahaya Bathin. Bahkan di sela-sela perbincangan dengan teman-teman panti, Pandji tak segan menghibur mereka dengan menyanyikan (tentu saja dengan nge-rap) salah satu lagu ciptaannya dari Album “You will never know when someone comes in and press play on your paused”.

Pandji juga memberikan beberapa motivasi kepada teman-teman tuna netra agar mereka terus bersemangat dan percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri. Banyak hal yang disampaikan oleh Pandji kepada teman-teman di panti. Pria berusaha 32 tahun ini meyakinkan mereka bahwa untuk menjadi seorang penyiar tidak harus berlatar belakang Broadcast.

“Apapun latar belakang pendidikan kita itu tidak penting, yang terpenting adalah wawasan kita…Ingat! Apa yang yang kita ucapkan itu penting dan jangan pernah menganggap remeh suara kita, jadi asah terus kemampuan kita semua. Disaat nanti orang lain membicarakan karya kita, maka disaat itulah kita akan dikenal/terkenal…jadi berkaryalah terus jangan hanya bekerja, dan buatlah sesuatu dari dirimu”.

O ya, hari itu  tidak hanya Pandji saja yang hadir di PSBN Cahaya Bathin. Kami juga kedatangan sang Ksatria Jude, yaitu Ramaditya Adikara, seorang tuna netra yang saat ini sedang sibuk menulis novel dan mengajar di LP3EI Pondok Kopi. Kami memberikan kesempatan kepada Ramaditya untuk mewawancarai Pandji dihadapan teman-temannya sesama tuna netra. Sosok Pandji yang ramah dan santai, membuat suasana begitu hangat.

Pandji menutup kebersamaannya hari itu dengan kalimat ajaib yang mendapat sambutan dari seluruh peserta Workshop Gratis “Jadi Apapun yang Baik”.

“Optimis adalah pintar melihat peluang waktu walaupun kenyataannya sangat minim. Karena kerja keras kita akan mengalahkan bakat kita disaat bakat kita sedang tidak bekerja keras”.

“Terima kasih banyak mas Pandji atas kehadirannya di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin, terima kasih banyak mas Pandji atas ilmunya” . Inilah ucapan penutup dari salah satu penghuni PSBN Cahaya Bathin Cawang, atas kehadiran Pandji ke panti mereka.

Oya, sebelum meninggalkan panti, Pandji pun berjanji akan memberikan kelas gratis belajar kepenyiaran bersamanya untuk teman-teman yang terpilih, dengan syarat teman-teman tersebut harus semangat dan serius. Waahh… Alhamdulillaah. Tidak hanya teman-teman di panti saja yang senang. Kesempatan yang diberikan Pandji kepada teman-teman tuna netra disini juga membuat kami semua bahagia dan terharu.

Terima kasih, Pandji. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s