Aku Anak yang Telantar

Disaat saya terbangun dari tidur panjang saya, saya melihat dua sosok manusia yang sedang duduk disamping saya.

Yaa…. mereka adalah Ayah dan Ibu saya. Mereka tersenyum melihat saya, mereka senang melihat dan mendengar bahwa saya sudah bisa mengenali mereka.

Tahun demi tahunpun berganti.

Ketika saya berusia 13 tahun, saya harus mendengar kenyataan yang sangat pahit. Kenyataan bahwa saya bukan anak mereka berdua. Saya hanyalah anak yang telantar, anak yang dibuang oleh orang tua saya, dan ditemukan oleh mereka berdua. Tapi, meskipun begitu saya tetap menganggap mereka berdua orang tua saya. Orang tua yang telah mengurus saya dari kecil hingga sebesar ini.

Kurniawan

Panti Asuhan Al Hidayah, Cianjur Selatan.

Panti Penuh Senyum

Pantiku adalah tempat tinggalku yang menyenangkan. Di panti aku mengalami semua peristiwa dimana aku senang, sedih, dan yang lainnya. Di panti aku merasakan suatu kebersamaan yang tidak ternilai harganya, kami semua diajari tentang berbagai macam ilmu. Ilmulah yang akan membawa aku menuju kesuksesan.
 
Aku dan teman-teman semua melakukan segala sesuatu dengan bersama-sama, aku senang dengan panti aku. Disini aku disekolahkan sampai jenjang yang tinggi, aku juga dibimbing oleh seorang pembimbing yang sangat baik. Meskipun pembimbing suka memarahi aku dan teman-teman, tapi aku yakin itu semua semata-mata pembimbing sayang sama aku dan teman-teman.
 
Pimpinan asrama disini pun adalah orang tuaku, dimana mereka berdua mendidik aku dan teman-teman dengan penuh kasih saying. Tetapi, terkadang aku dan teman-teman yang suka membuat pimpinan panti marah. Maafkan aku dan teman-teman yaa…kami selalu membuat pimpinan marah.
 
Sesungguhnya, aku dan teman-teman sayang semuanya !!!
Pantiku adalah tempat tinggalku yang indah serta damai…
Aku senang pantiku…
I LOVE PANTI….
 
 
Wulandari
Panti Asuhan Tarbiyatul Falah, Cimanggis